Rabu, 01 Desember 2010

Erupsi Gunung Chili Mei 2008, Setelah Ribuan Tahun Tidur


Para alien Zeta telah memperingatkan bahwa seluruh gunung berapi yang aktif dalam 10.000 tahun terakhir dapat dianggap para kandidat untuk meletus atau mengeluarkan lahar selama pergeseran kutub.
"We have stated that all volcanoes active within the last 10,000 years can be considered candidates to blow or ooze during the shift." ZetaTalk 6 Nov. 2002 
Artinya, menuju pergeseran kutub, gunung-gunung semacam itu akan aktif. Pada Mei 2008, sebuah gunung api di Chili yang tertidur hampir 10.000 tahun meletus. Berikut laporannya.

Terjemahan bebas Chile Volcano, The ZetaTalk Newsletter Issue 77, Sunday May 11, 2008

Kawah yang sudah lama tertidur di Chili tiba-tiba hidup, meletus ganas dan menyemburkan abu ke area luas di Chili dan wilayah yang menyambung dengannya, Argentina.

Chilean Volcano Town Nearly Deserted, May 3, 2008 http://news.yahoo.com/s/ap/20080503/ap_on_re_la_am_ca/chile_volcano_eruption The Chaiten volcano spewed light ash on a nearly deserted village Saturday, two days after its first eruption in thousands of years. No more than 45 of Chaiten's 4,500 residents remained in what looked like a ghost town, its streets, houses, cars and trees draped with a thick layer of light-colored ash. Just six miles (10 kilometers) away, the volcano belched fat smoke plumes that at times rose as high as 12 miles (20 kilometers) into the air. Winds carried the ash to other towns in the region and across the Andes mountains to Argentina, where two airlines suspended flights due to poor visibility.
Abu vulkanik yang tebal begitu terlihat, melapisi jalanan dan atap-atap.

Chile Volcano Blasts Ash 20 Miles High, Forcing Evacuations, May 6, 2008 http://apnews.myway.com/article/20080507/D90GHEFO0.html Volcanic material from Chaiten's last eruption measured up to 5 feet in places. The gritty, gray-white blizzard of ash covered houses and roads. Lava was rising within the crater but has not yet spilled over.
Gunung Chaiten terakhir meletus 7,420 BC (Sebelum Masehi), hampir 10,000 tahun yang lalu!
http://www.volcano.si.edu/world/volcano.cfm?vnum=1508-041: Volcano Type: Caldera Volcano. Last Known Eruption: 7420 BC ± 75 years. The caldera is breached on the SW side by a river that drains to the bay of Chaitén, and the high point on its southern rim reaches 1122 m. Two small lakes occupy the caldera floor on the west and north sides of the lava dome.
Para alien Zeta memperingatkan bahwa seluruh gunung berapi yang aktif dalam 10.000 tahun terakhir harus dianggap menjadi kandidat-kandidat yang akan meletus selama pergeseran kutub.

Peringatan ZetaTalk 16 Nov. 2002:
Telah kami nyatakan bahwa seluruh gunung berapi yang aktif dalam 10.000 tahun terakhir dapat dianggap para kandidat untuk meletus atau mengeluarkan lahar selama pergeseran kutub.
Selama setiap pergeseran kutub, ada tempat-tempat di Bumi dimana tanahnya teregang, seperti Atlantik, sedemikian rupa sehingga rangkaian pegunungannya seperti Peg. Appalachian tidak mengalami pembentukan gunung dan hampir-hampir tidak ada bebatuan yang  bertimbulan di sana yang telanjang.
Tempat-tempat seperti Peg. Himalaya sedang menyubduksi, sehingga lapisan bebatuannya tertumpuk-tumpuk satu sama lain, maka perlindungan dari lavapun terjadi.
Hawai, juga, telah diekspektasi untuk bernasib lebih baik ketimbang yang dikira orang, karena pemampatan Lempeng Pasifik akan memberi lapisan strata bebatuan sehingga melindungi gunung-gunung berapinya tidak mengeluarkan lahar yang menggelegak. 
Di New Zealand, dimana tepian lempengnya akan terjungkit ke atas, pergerakan itu akan memberi suatu perlindungan dari meletusnya gunung-gunung berapinya karena tekanannya akan dipulihkan. Demikian pula, dimana ada peregangan lempeng, sebagaimana yang akan dialami Islandia, akan terus ada pengeluaran lava, namun letusan-letusan yang disebabkan oleh lava yang mengalami tekanan kemungkinan sekali tidak akan terjadi. 
Kawah-kawah di daratan, seperti Yellowstone, memiliki basisnya dalam hal tekanan yang memiliki rute panjang untuk naik sebelum memanaskan permukaannya.
Selama pergeseran kutub, malahan gunung-gunung itu, dan selama ini, menjadi pelepasan bagi tekanan yang berkompetisi dengan apa yang sedang terjadi dalam strata bebatuan. Apa yang muncul duluan nantinya, bagi Yellowstone, bukanlah penebalan strata bebatuan, karena selama awal pergeseran, lempeng Atlantik teregang, lempeng-lempengnya sedang bergerak, dan inti bumi menggelegak. Maka, akan ada letusan-letusan, dari lava, meskipun tidak ganas, dari gunung-gunung berapi, seberapapun aktifnya, yang ada di sepanjang Peg. Sierra dan Andes.  
Pada bagian jam pergeseran kutub yang belakangan, akan terjadi pendorongan pada strata bebatuan ke bawah Pantai Barat benua-benua Amerika, menutup akses lava dari gunung-gunung berapi ini, yang akan mempercepat peredaan aktifitas namun tidak mencegah letusan pada mulanya.
Di wilayah-wilayah yang mengalami peregangan di Eropa dan Timur Tengah, demikian pula, penggelegakan akan menyebabkan keluarnya lahar, dan, dimana gunung-gunung berapi sudah membuka ke udara, akan terbentuk sebuah outlet, seperti di Itali, yang akan berlanjut selama bagian awal pergeseran kutub untuk meletus dan mengeluarkan lahar.
Maka, orang harus menganalisa masa lalu gunung-gunung berapi maupun kawah-kawah lokalnya, untuk mengukur tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan selama pergeseran kutub."