Rabu, 23 Januari 2013

Trend Vulkanik Meningkat dan Cover-Up

Terjemahan bebas The ZetaTalk Newsletter, Issue 329, Sunday January 27, 2013

Aktifitas vulkanik terus meningkat. Gunung-gunung berapi meletus, senantiasa, namun lebih sering dan semakin ganas, sebagaimana yang dilaporkan blog Pole Shift ning yang memantau berita-berita vulkanik.

aktifitas vulkanik sangat tinggi (Volcano Watch).

Aktifitas vulkanik terjadi di sepanjang perbatasan lempeng, dimana lempeng-lempeng bumi sedang saling mendorong atau menarik. Sudah jelas, ketika pergerakan lempeng terjadi selama pergerakan lempeng Tahap 7, aktifitas vulkanik akan meningkat. Selama penyembunyian fakta Planet X yang telah berlangsung lama, bagaimana orang akan menjelaskan peningkatan aktifitas vulkanik? 

[Teori Oleh Cover-Up] Gerombolan cover-up (penyembunyi-fakta), yang selalu imaginatif, menggaet teori air berat dan daratan yang lebih ringan - yaitu, ketika Pemanasan Global mencairkan es di darat, daratan akan melambung (bounce-up), dan, karena ada air tambahan di laut, lempeng-lempeng di bawah lautanpun ambles. Sehingga, kedua aktifitas itu menyebabkan peningkatan vulkanik. Apa logika mereka? Aktifitas vulkanik terkait, secara historis, dengan perubahan iklim. Ya iyalah, memang begini masalahnya, tapi ini karena lewatnya Planet X (Nibiru) di jarak terdekat sebelum-sebelumnya, sehingga bumi terlonjak-lonjak kesana-kemari, menciptakan perubahan iklim dan aktifitas vulkanik.  
Duh..!
[Ilmuwan Inggris bersikeras bahwa Pemanasan Global akan mengarah ke masa depan yang penuh dengan letusan gunung berapi dan gempa 
yang lebih kuat .] Could a Changing Climate Set Off Volcanoes and Quakes?, May 7, 2012 (yale.edu): British scientist argues that global warming could lead to a future of more intense volcanic eruptions and earthquakes. And while some dismiss his views as preposterous, he points to a body of recent research that shows a troubling link between climate change and the Earth’s most destructive geological events. The most solid evidence for climatic influence on geology comes from the end of the last ice age, around 12,000 years ago.  Analysis of volcanic deposits, published in the past decade by several authors, has found that this period of rapid climate change, when ice sheets retreated from much of the planet, coincided with a sudden outburst of geological activity.
Penjelasan ZetaTalk 3/19/2012 (terjemahan bebas): Teori baru ini mengklaim bahwa gempa-gempa dan gunung-gunung yang meletus disebabkan oleh  peralihan berat/beban pada es yang mencair dan meningkatnya berat/beban air di lautan! Sekali lagi, gejala kehadiran Planet X-lah yang sedang diklaim di sini. Kutub-kutub yang mencair dan kenaikan air laut secara teratur terjadi selama lewatnya (Planet X), demikian pula gempa-gempa dahsyat selama pergerakan-pergerakan lempeng dan letusan-letusan gunung berapi akibat magma yang bergejolak! Namun penyebabnya bukanlan pemanasan yang misterius, melainkan lewatnya tubuh Planet X itu sendiri. Adalah doyongnya bumi akibat keterhuyunganya yang membuat magma berkecipakan serta lempeng-lempeng bumi saling berbenturan. Sekali lagi, gajah dalam ruangan diabaikan. 
Artikel ini muncul di awal 2012 dan kini telah diperbarui, yang muncul lagi di media massa pada 19 Des. 2012. Apa masalahnya? Apakah aktifitas vulkanik mengancam menjadi terlallu nyata?
[Teori ilmuwan bahwa pencairan kutub menyebabkan aktifitas vulkanik] When the Ice Melts, the Earth Spews Fire, December 19, 2012 (sciencedaily)For more than ten years the project has been extensively exploring volcanoes of Central America. Among others pieces of evidence, we have observations of ash layers in the seabed and have reconstructed the history of volcanic eruptions for the past 460,000 years. After comparing these patterns with the climate history, there was an amazing match. The periods of high volcanic activity followed fast, global temperature increases and associated rapid ice melting. In times of global warming, the glaciers are melting on the continents relatively quickly. At the same time the sea level rises. The weight on the continents decreases, while the weight on the oceanic tectonic plates increases. Thus, the stress changes within in the Earth to open more routes for ascending magma.
Komentar ZetaTalk 1/5/2013 (terjemahan bebas) : Mengapa (mereka) merasa perlu memunculkan teori ini, berulang-ulang, sat ini?
Pergerakan-pergerakan lempeng Tahap 7 selama 2011 dan 2012 telah meningkatkan aktifitas vulkanik, namun apa yang akan terjadi nantilah yang akan membuat panik orang-orang yang berpegang pada cover-up (informasi yang menutup-nutupi kehadiran Planet X/Nibiru di dekat bumi).
Aktifitas vulkanik tidak dapat disembunyikan, sedangkan aktifitas gempa dapat disamarkan. Sudah jelas bahwa gempa-gempa semakin sering terjadi dengan kekuatan yang meningkat meskipun catatan gempa-gempa tersebut dibuang dari database-database dan kekuatannya dikurangi secara besar-besaran. Namun aktifitas vulkanik dapat diukur melalui foto-foto yang diambil oleh turis-turis atau pesawat-pesawat yang terbang di atasnya. (Fakta vulkanik) ini tidak dapat disembunyikan. 
Lalu apa yang harus mereka (gerombolan cover-up) lakukan? Ciptakan sebuah penyebab yang lain selain dari lewatnya Planet X pada jarak terdekat, yang tentu saja akan menyebabkan perubahan-perubahan geologis dan peningkatan aktifitas vulkanik. Maka, abaikan Planet X, salahkan perubahan iklim sebagai penyebabnya (kata mereka). 
Mungkin teori ini telah diperbarui dan dicanangkan karena gunung-gunung berapi baru terus bermunculan di sepanjang perbatasan-perbatasan lempeng yang sedang ditarik terpisah - dekat Baja dan dekat Turki. 
3 Jan. 2012: Letusan gunung berapi bawah laut di Turki, 3 Jan. 2012: New Submarine Volcanic Eruption off Turkey's Coast Suspected (volcanodiscover): A new submarine volcanic eruption might have recently started off Turkey's west coast in the Marmaris Sea between the mainland and the Greek Island of Simi near Rhodes. Scientists from Istanbul's Technical University announced that they have found evidence of 2 active vents at about 200 m water depth along a north-south trending fissure of 2.5-3 km length. According to local newspapers, a rise in sea temperature was detected which suggests that lava might be erupting from the vents. Possibly preceding the eruption, as magma was rising through the crust, the area was affected by a series of seismic swarms during the past months. According to the scientists, a previous submarine eruption already occurred here in 2009.   
13 Des. 2012: Gunung Berapi Baru Yang Mungil di Dekat Baja: Weird Underwater Volcano Discovered Near Baja (ouramazingplanet)Scientists have discovered one of the world's weirdest volcanoes on the seafloor near the tip of Baja, Mexico. The petite dome — about 165 feet tall (50 meters) and 4,000 feet long by 1,640 feet wide (1,200 m by 500 m) — lies along the Alarc√≥n Rise, a seafloor-spreading center. Tectonic forces are tearing the Earth's crust apart at the spreading center, creating a long rift where magma oozes toward the surface, cools and forms new ocean crust. Samples from the newly discovered volcano are strangely rhyolite lava, and have the highest silica content (up to 77 percent) of any rocks collected from a midocean ridge. They were very low density, and they were very light, glassy and gray. They were not the usual dark, black, shiny basalts.
Menurut para Zeta, aktifitas alam tersebut tidak mengherankan selama pergerakan-pergerakan lempeng Tahap 7, dan merupakan sesuatu yang hampir-hampir tidak dapat dikaitkan dengan Pemanasan Global. Perhatikan bahwa kedua gunung berapi baru di bawah ini berada dimana pergerakan-pergerakan lempeng Tahap 7 sedang saling menarik untuk memisah. Dekat Baja, pelengkungan benua Amerika Utara tengah menarik ujung Meksiko ke arah barat, sementara tempat-tempat lain di benua (Amerika Utara) itu bertahan di tempat untuk menanti penyesuaian di New Madrid. 
Komentar ZetaTalk tentang pembentukan gunung berapi baru di bawah laut, 22 Des. 2012 (terjemahan bebas): "Apakah lava bersifat homogen, sama saja dimana-mana? Mengapa pula harus begitu? Bahkan atmosfer dengan mobilitas yang sangat tinggi berbeda dari satu tempat ke tempat lain -- di sini lembab, tapi di sana berkepadatan berbeda, serta membawa metana atau CO2 dengan kuantitas-kuantitas lebih berat di tempat-tempat lain. 
Lava adalah bebatuan yang meleleh, dan kualitas-kualitas bebatuan di dekatnya mempengaruhi apa yang terkandung dalam lava ketika bebatuan itu meleleh dan menyatu dengan lava. Lava dapat terjebak dalam kantong-kantong di bawah kerak bumi, karena bagian bawah kerak juga tidak semulus di permukaannya. Ada gunung-gunung dan lembah-lembah di bawah kerak, dimana lava dapat mengalir lambat atau terperangkap. Para ilmuwan ini tidak terkejut dengan kualitas lava di lepas pantai Baja, namun mereka terguncang oleh tingkat aktifitas di sepanjang sesar San Andreas di sana! Apakah lempeng-lempengnya sedang bergerak? Meksiko sedang ditarik oleh lengkungan benua Amerika Utara, dan ini menjadi tambahan bukti lagi (atas lempeng-lempeng yang bergerak cepat--pen.).   

Aktifitas lempeng di Benua Amerika Utara, dua gunung berapi baru 
 
zetatalk.com

Maka lubang-lubang/retakan-retakan di sepanjang sesar San Andreas dapat membuka. 

Sesar San Andreas 
 wikipedia

Di Turki, Penggulingan Afrika sedang menarik Lempeng Afrika menjauh, merobek wilayah itu di sepanjang Sinai, yang menambah rekahan/bukaan sebanyak 50 mil (80 km), sebagaimana yang didokumentasikan oleh blog Pole Shift ning dan digambarkan oleh Kojima (salah seorang anggota Pole Shift ning) yang berbakat.  Ketika Afrika menarik diri untuk menjauh, perbatasan-perbatasan lempeng di Mediterranean akan menganga.  

 
credit: poleshift.ning.com / Kojima


Gunung Meletus November - Desember 2012
Untuk kumpulan berita, silahkan lihat di Volcano Watch.
  
CreditVolcano Watch