Selasa, 25 Juni 2013

Badai Magma Global Mei 2013


Para alien Zeta menjelaskan tentang bagaimana terjadinya gejolak magma di dalam bumi di seluruh dunia akibat pergerakan-pergerakan lempeng-lempeng tektonik yang ditandai oleh gempa di Laut Okhotsk pada 24 Mei 2013.

Terjemahan bebas Magma Storms, The ZetaTalk Newsletter #350, June 16, 2013  

Magma yang menggelegak/bergejolak telah ditunjukkan oleh seismograf-seismograf life sejak Desember 2003, yaitu ketika Bumi berpapasan dengan Planet X di jalur orbitnya. Gelegak magma ini hanya muncul di Pasifik kala itu, akibat tarikan regular setiap harinya di Kutub Selatan oleh Planet X yang naik dari bawah Ekliptik untuk mendekat ke Bumi.

Menjelang akhir 2004, gelegak magma itu juga ditunjukkan di seluruh dunia, yang mengikuti gempa-gempa. Namun gejolak magma tersebut menjadi kurang dapat dilihat setelah kurun waktu itu karena USGS menjadikan seismograf-seismograf live kurang sensitif. Seismo-seismo itu tidak lagi "menghitam", di seluruh dunia, selama gempa-gempa dan tidak lagi menunjukkan gelegak magma yang dramatis, yang telah berkurang menjadi garis-garis yang agak bergelombang.

 

Kini di tahun 2013, gelegak magma itu kembali, sebagaimana yang ditunjukkan dalam blog Pole Shift ning. Menurut para alien Zeta, gelegak itu pada dasarnya adalah badai (terjangan) magma, yang disebabkan oleh pergerakan-pergerakan lempeng yang semakin ganas. Magmapun harus menyesuaikan pola alirnya.

Penjelasan ZetaTalk 1 Juni 2013:
"Apa yang telah berubah pada 2013 sehingga gempa 24 Mei di Laut Okhotsk menciptakan gejolak magma global?

Sebagaimana gempa ini menyundul seluruh Lempeng Eurasia, hingga ke Finlandia, gempa itu juga menyundul magma yang semi-likuid di bawah lempeng-lempeng itu.

Apa maknanya ketika seluruh stasiun-stasiun seismograf menunjukkan sebuah gejolak setelah ada pergerakan lempeng yang nyata sebagaimana yang terjadi pada 24 Mei 2013?

Sebagaimana pergerakan-pergerakan lempeng membuat penyesuaian pada hubungan-hubungan lempeng satu sama lain, pergerakan-pergerakan lempeng itu juga membuat penyesuaian pada aliran-aliran magma yang selama ini baku di bawah lempeng-lempeng itu.

Kalau badai (pada umumnya) merupakan bukti adanya tekanan udara di atmosfer yang membuat penyesuaian, maka gejolak magma dapat dianggap sebagai suatu jenis badai magma.

Lempeng-lempeng (tektonik), seperti yang pernah kami jelaskan, tidak memiliki bagian bawah yang mulus, melainkan bergeronjal, dengan pegunungan-pegunungan dan lembah-lembah, dan, dengan demikian, memiliki rute-rute dimana aliran magma lewat. Ketika rute-rute itu berubah, secara radikal, maka hal itu akan membutuhkan beberapa lama bagi magma yang teraduk-aduk (akibat pergerakan-pergerakan lempeng--pen.) untuk membuat pola alir baru. Dengan demikianlah, magma menggelegak-gelegak (terkocok-kocok)!"