Jumat, 06 September 2013

Trend Bencana Alam Indonesia Feb-Maret 2-13

[Sumber: laporan Kojima berdasarkan laporan reliefweb]
||Download (direct) Laporan:
HIGHLIGHTS BENCANA ALAM FEBRUARI-MARET 2013
Februari:
  • Sulawesi Utara: banjir dan longsor menewaskan 22 orang dan membuat sekitar 4,220 rumah rusak dan 3832 orang kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu
  • Riau: Banjir menewaskan 3 orang di Riau dan membuat sekitar  9923 orang kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu
Maret:
  • Papua: Banjir menewaskan 3 orang di Riau dan membuat sekitar 1145 orang kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu di kecamatan-kecamatan di Jayapura  
  • Komunitas-komunitas yang terkena dampak bencana-bencana terus menerima bantuan dari tiga proyek HRF-funding.

Peristiwa dan Dampak Bencana Saat Musim Basah
Wilayah dampak terparah:DKI Jakarta, Papua, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.
Peristiwa dan dampak bencana menurun mendekati musim-musim basah yang parah (lihat Fig. 2).
Highlight:
  • Banjr berdampak pada lebih dari 60.000 orang di seluruh Indonesia
  • Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim yang telah diramalkan oleh BMKG terus mengacau selama dua bulan terakhir, namun jumlah peristiwa beserta dampak kemanusiaannya jauh lebih sedikit ketimbang yang terjadi pada Desember 2012 dan Januari 2013.
  • Banjir merupakan penyebab utama situasi-situasi darurat kemanusiaan, dengan tiga puluh tiga peristiwa banjir pada Februari dan 28 Maret, yang berdampak atau menyebabkan 67.242 orang kehilangan tempat tinggal, dan 22 orang tewas atau hilang
  • Banjir telah merusakkan dan membenamkan hampir 10.347 rumah, dengan 9 buah jembatan rusak untuk sementara waktu sehingga mengisolir beberapa komunitas
BMKG juga melaporkan bahwa, mulai awal hingga akhir 2013, musim hujan akan menaikkan kekhawatiran adanya musim kering yang lebih lama yang berarti Indonesia akan mengalami lebih banyak kebakaran hutan dan hot spot. 
 Fig. 2


Rasio Dampak Drastis Bencana Alam Februari-Maret 2013 (lihat Fig.3)
  • Rasio dampak bencana Februari-Maret 2013: 1:643 (jauh lebih rendah dibandingkan yang tercatat untuk Januari 2013: 1:6.069)
  • Februari-Maret 2013: 180 event bencana berdampak pada 115.700 orang (jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang tercatat untuk Februari-Maret 2012: 119 event bencana berdampak pada 57.895 orang, rasio dampak bencana 1:486)
Fig. 3

Jenis Bencana Alam
Longsor
Wilayah dampak terparah: Sulawesi Utara dan Papua
Curah hujan yang besar juga menyumbang tingginya jumlah peristiwa longsor di wilayah-wilayah padat penduduk: 35 orang tewas atau hilang dalam 35 bencana longsor pada Feb-Mar 2013. Dalam lima peristiwa longsor terpisah dimana longsor dipicu oleh banjir di wilayah-wilayah padat penduduk: 29 orang tewas atau hilang, 502 orang luka-luka. 
Angin Puyuh 
Wilayah dampak terparah: Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo
  • Angin puyuh bertanggung jawab atas hampir sepertiga event bencana pada Februari-Maret 2013. 
  • Kebanyakan angin puyuh, dan  yang paling parah, terjadi pada Februari dan jumlahnya meruncing pada Maret. 
  • Enam orang tewas atau hilang, 18 orang dilaporkan luka-luka dan sekitar 3240 rumah rusak selama periode dua-bulan itu.
Gunung Berapi Aktif
  • 3 Feb. 2013: Gn. Rokatenda, di NTT, meletus, mengakibatkan 80 orang mengungsi
  • 23 & 24 Mar. 2013: Gn. Rokatenda kembali meletus, mengakibatkan 528 orang mengungsi ketika rumah-rumah dan tempat-tempat usaha di beberapa desa tertutup abu tebal.
  • 27 Mar. 2013: status Gn. Dieng dinaikkan ke status Siaga (level III)
  • 31 Mar. 2013: Gn. Rokatenda meletus lagi, tapi tanpa korban kemanusiaan; Gn. Dieng meletus, menyemburkan gas karbondioksida dan sulfurdioksia beracun ke udara, tanpa korban kemanusiaan
Status Gunung Berapi Indonesia Per Maret:  
  • 6 Status Siaga/Level III (kemungkinan meletus dalam waktu dekat) untuk: Gn. Dieng, Gn. Lokon, Gn. Ijen, Gn. Rokatenda, Gn. Raung dan Gn. Karangetang. (Status Gn. Guntur telah diturunkan ke status Waspada/Level II (ada aktifitas tapi tidak menunjukkan gejala akan  meletus dalam waktu dekat))
  • 17 Status Waspada/Level II dan 125 Status Normal (tak ada tanda-tanda akan meletus)
  • tak ada Status Awas/Level IV (letusan besar dalam waktu 24 jam)